Senin, 04 Januari 2010

4 Kepribadian Dasar Manusia

Apa yang membuat orang lain mirip (atau berbeda) dengan kita? Dalam kehidupan sehari-hari kita cenderung digolongkan dalam suatu kelompok tertentu, entah melalui sifat, suku, tanda-tanda fisik, dll. Dalam suatu kelompok, kita dituntut untuk bisa beradaptasi “menyerupai” mereka. Di sekolah, anak-anak harus memakai seragam yang sama dan belajar dengan cara yang sama. Di kantor keadaan juga tak jauh beda. Lalu apa sebenarnya yang membedakan (dan menyamakan) kita dengan orang lain?

Dalam Personality Plus, Florence Littauer menerangkan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan suatu kepribadian dasar yang akan berpengaruh sepanjang kehidupan orang tersebut.Dia membagi semua watak dasar manusia ke dalam empat golongan besar: Melankolis, Sanguinis, Flegmatis, dan Koleris. Yang membedakan antara seseorang yang satu dengan yang lainnya adakah watak dasar ini. Ada orang yang dasarnya Flegmatis, dia akan bertentangan (atau cocok) dengan orang lain yang berwatak Koleris. Demikian pula dengan Sanguinis dan Melankolis.


Kepribadian dasar manusia (menurut Littauer) berasal dari empat watak dasar ini. Setiap manusia mempunyai keempat watak dasar tersebut, tapi hanya ada dua yang berpengaruh, dan satu yang paling mendominasi. Keempat watak tersebut berbeda komposisinya setiap orang, yang menyebabkan perbedaaan kepribadian pada setiap manusia. Dari kepribadian dasar ini kemudian, manusia dibawa ke dalam kotak-kotak kehidupan yang lain. Mereka kemudian dibentuk oleh keluarga, lingkungan, lembaga-lembaga, dll sehingga makin menjauhkan perbedaan kepribadian setiap orang.

Seorang yang didomonasi Sanguinis cenderung ceria, bersosial dengan orang banyak, berpikir secara ‘acak’, dan menjauhi aturan yang mengikat. Dia mempunyai selera humor yang bagus, banyak bicara, dan menjadi pusat perhatian karena keceriaannya. Dia juga orang yang berantakan, susah diatur, mempunyai emosi yang tak menentu, dan gampang berubah pikiran. Sanguinis berpikiran optimis, ekstrovert, dan terpengaruh emosi.
Seorang Sanguinis akan ‘bermasalah’ jika diminta bekerjasama dengan Melankolis. Karena Melankolis mempunyai kecenderungan bekerja dengan rapi, menyendiri, dan menuntut kesempurnaan. 

Seorang Melankolis memikirkan sesuatu secara mendalam (terkadang berlebihan) dan menuntut hal-hal yang ideal. Dia juga seorang yang cenderung mempunyai kecerdasan lebih tinggi dalam bidang sains dan seni. Oleh karena mempunyai perasaan yang mendalam, ciri khas lainnya adalah romantis, puitis, mencintai dan membenci sesuatu sepenuh hati dan untuk waktu yang tidak sebentar. Melankolis berpikiran pesimis, introvert, dan terpengaruh emosi.
 
Sedangkan Koleris dilahirkan untuk mendominasi di antara manusia-manusia yang lain. Dia seorang yang cenderung berkuasa, suka mendominasi orang lain, dan berambisi untuk memperoleh apa yang diinginkan. Koleris suka menjadi pusat perhatian karena kekuatan kekuasaannya, karena itu pula dia mempunyai jaringan sosial yang besar. Karena bersifat mandiri, terkadang dia memaksakan kehendak pada orang lain dan bermasalah bekerjasama dengan orang yang lain tidak menyukai ‘caranya’. Saat semua orang tertekan dan tak tahu apa yang harus dilakukan, dia akan muncul untuk mengambil alih dan memimpin. Koleris berpikiran optimis, ekstrovert, dan tak terpengaruh emosi.

Flegmatis mungkin adalah ‘air’ yang tenang dan dingin. Saat semua kegilaan, tuntutan, dan paksaan dari Sanguinis, Melankolis, dan Koleris, Flegmatis akan diam dan berkata, “biasa saja lah”. Dia adalah pihak yang cenderung menjauhi konflik, menjadi pihak penengah saat konflik, dan menjadi pengikut yang tak banyak membantah. Kehidupannya sering berjalan karena mengikuti arus kebanyakan orang. Dia juga orang yang cenderung tidak beremosi, oleh karenanya dia terlihat tidak bersemangat dan ‘biasa saja’. Flegmatis berpikiran pesimis, introvert, dan tak terpengaruh emosi.

Dalam kehidupan nyata, watak-watak dasar itu bercampur dalam diri setiap orang, dan terkadang memunculkan konflik kepribadian (tergantung campurannya). Misalnya seorang yang didominasi Melankolis-Sanguinis. Di satu sisi, dia adalah orang yang menuntut idealisme, dan di sini lain dia mudah berubah pikiran. Atau seorang Flegmatis/Koleris yang terkadang ingin menjadi pengikut saja, tapi dia tak tahan melihat sebuah kumpulan yang tak terpimpin. Maka campuran seperti ini adalah campuran yang bersifat tarik-menarik. Watak mereka secara berganti mendominasi dan sulit ditebak, tergantung pada situasi dan kondisi.
Ada pula campuran yang bersifat saling melengkapi. Seperti Sanguinis/Flegmatis yang merupakan seseorang yang baik dalam persahabatan. Dia adalah kombinasi antara seorang yang ceria dengan pendengar yang setia. Atau Koleris/Melankolis yang hebat dalam kepemimpinan. Gabungan antara kerapian, kesempurnaan dan kekuatan memimpin.

Sementara campuran seperti Koleris/Sanguinis dan Melankolis/Flegmatis disebut campuran alami. Karena pada masing-masing mereka sesuai dengan orientasi sosialnya, yang satu ekstrovert, dan yang lain introvert.


Pada bagian akhir, Littauer menekankan pentingnya menghargai perbedaan. Bukan saja menuntut perbedaan dari orang lain, tapi juga menghargai perbedaan orang lain. Karena ada orang yang senang tampil beda tapi tidak menghargai orang lain.

Akhir dari semua ini adalah kebijaksanaan. Orang yang mengetahui makna perbedaan akan berusaha menjadi bijak dalam setiap keadaan. Dia akan berusaha menyeseuaikan diri dengan orang lain. Karena orang yang hebat bukan lah yang membanggakan kepribadiannya. Orang yang hebat ialah orang yang bisa mengambil hikmah dan kebaikan dalam setiap perbedaan kepribadian.

Entri Populer